PENUTUP
Tidak semua yang terlihat sibuk itu hidup. Tidak semua yang diam itu tertinggal.
Sebagian orang kehilangan hidupnya bukan karena kegagalan besar, tetapi karena kebiasaan kecil yang terus diulang tanpa sadar. Waktu habis bukan karena sesuatu yang besar, tetapi karena hal-hal kecil yang tidak pernah dihentikan.
Sakau digital bukan tentang teknologi. Ia tentang siapa yang memegang kendali.
Apakah kita yang menggunakan waktu,
atau waktu yang habis tanpa kita sadari?
Dan mungkin, di antara semua notifikasi yang masuk setiap hari, ada satu panggilan yang lebih penting—panggilan untuk kembali. Kembali sadar. Kembali hidup. Kembali bermakna.
📚 FOOTNOTE
Istilah “sakau digital” digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan ketergantungan terhadap perangkat digital.
Mark D. Griffiths, Behavioral Addiction, Journal of Workplace Learning, 2010.
Anna Lembke, Dopamine Nation, (2021).
Daniel Kahneman, Thinking, Fast and Slow, (2011).
World Health Organization, ICD-11, 2019.
Pew Research Center, Teens & Technology, 2022.
Hadis riwayat Tirmidzi tentang lima perkara sebelum lima perkara.
Cal Newport, Digital Minimalism, 2019.
James Clear, Atomic Habits, 2018.
