Kembali
Lanjut

PERSPEKTIF MAKNA DAN SPRITUAL

Dalam Islam, waktu bukan sekadar ukuran, tetapi amanah. Setiap detik memiliki nilai, dan setiap fase kehidupan memiliki tanggung jawabnya. Masa muda bukan hanya masa kuat, tetapi masa yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa manusia akan ditanya tentang masa mudanya—untuk apa ia digunakan.⁷ Ini menunjukkan bahwa waktu bukan sesuatu yang netral. Ia bisa menjadi saksi, atau menjadi penyesalan.

Sakau digital membuat seseorang kehilangan kesadaran ini. Ia tidak merasa sedang menyia-nyiakan waktu, karena semuanya terasa normal. Namun justru di situlah letak bahayanya.

Ketika hati terlalu bising oleh distraksi, ia sulit mendengar panggilan yang lebih dalam.